Hari Ini, Arus Balik di Pelabuhan Banyuwangi Masih Lancar

Agust Supriadi & Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Selasa, 21/07/2015 13:21 WIB
Hari Ini, Arus Balik di Pelabuhan Banyuwangi Masih Lancar Sejumlah penumpang menuruni kapal Dorolonda jurusan Balikpapan, Surabaya ketika berlabuh di Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (10/7). (Antara Foto/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi masih tampak lancar hingga H+3 lebaran meski jumlah pemudik yang menyebrang ke Bali cenderung meningkat.

Berdasarkan keterangan PT ASDP Indonesia Ferry (persero), hingga pagi ini sudah sebanyak 86.255 orang penumpang, 11.727 motor dan 10.160 kendaraan roda empat atau lebih telah kembali menyeberang dari Jawa ke Bali lewat Pelabuhan Ketapang.

Apabila dibandingkan dengan total arus mudik (H-7 sampai dengan H+2), maka jumlah penumpang yang kembali baru sebesar 18 persen, sedangkan motor dan mobil yang terangkut masing-masing baru 12 persen dan 22 persen.


"Peningkatan arus balik di Ketapang sifatnya gradual dan tidak meningkat drastis. Meskipun meningkat, kondisi Pelabuhan masih sangat lancar bahkan cenderung lengang hingga siang ini," ujar Corporate Secretary ASDP, Christine Hutabarat melalui keterangan tertulis, Selasa (21/7).

Untuk menjaga kelancaran arus balik, jelas Christine, ASDP sudah menyiagakan kapal-kapal untuk operasi dan akan langsung meningkatkan trip kapal agar tidak sempat terjadi kepadatan di pelabuhan.  

Sepanjang H+2 kemarin, Senin (20/7), Pelabuhan Ketapang telah menyeberangkan 44.591 penumpang, 6.571 motor dan 5.169 kendaraan roda empat atau lebih. Angka tersebut meningkat dari hari sebelumnya yang menyeberangkan 41.664 penumpang, 5.156 motor dan 4.991 mobil.

Genegeral Manager ASDP Ketapang, M. Yusuf Hadi memperkirakan lonjakan arus balik yang agak tinggi akan terjadi pada hari ini dan Sabtu mendatang,

"Kami sudah menyiapkan segala sesuatunya agar arus balik di Ketapang berjalan lancar, aman dan nyaman, mulai kesiapan armada, kesiapan kapal, manajemen operasional dan pelabuhan yang efektif, hingga keaman dan kesehatan. Semuanya sudah disiagakan," ujar Yusuf. (ags/ags)