Secara kumulatif, total investasi langsung di Indonesia selama paruh pertama 2015 mencapai Rp 259,7 trilun atau telah memenuhi hampir 50 persen dari target investasi sepanjang tahun Rp 519,5 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Geliat sektor pariwisata, kata Franky, paling besar didorong oleh realisasi investasi industri hotel dan restoran yang mencapai Rp 5,87 triliun di semester I tahun ini. Angka tersebut meningkat 219 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 2,68 triliun.
Sementara di sektor maritim, BKPM mencatat peningkatan realisasi investasi sebesar 40 persen dibandingkan dengan semester pertama tahun lalu. Realisasi penanaman modal di usaha galangan kapal di Batam serta penanaman modal asing (PMA) asal Tiongkok di bidang pengolahan ikan menjadi motor utamanya.
Realisasi investasi di sektor perikanan tercatat sebesar Rp 825 miliar, meningkat dibandingkan dengan realisasi semester I 2014 yang sebesar Rp 484 miliar. Namun ia tak menyebutkan lebih lanjut mengenai pertumbuhan subsektor maritim yang lainnya.
"Di samping itu kami juga mencatat kenaikan di realisasi infrastruktur meskipun nilainya hanya 1,26 persen dibanding semester I 2015 yang kebanyakan berkontribusi dari pembangkit listrik. Selain itu, realisasi investasi industri hilir juga meningkat sebesar 105,43 persen dari semester I tahun lalu ke periode yang sama di tahun ini," jelasnya.
Ia menambahkan, angka pertumbuhan realisasi industri hilir tersebut dapat terlihat dari meningkatnya jumlah tenaga kerja dari 610.959 tenaga kerja menjadi 696.174 tenaga kerja di periode yang sama tahun ini. Lebih lanjut, Franky mengatakan bahwa industri substitusi impor dan industri padat karya adalah dua subsektor industri pengolahan yang menjadi prioritas BKPM saat ini.
"Kita optimis ke depan Indonesia bisa menjadi basis produksi pengolahan baik substitusi impor maupun padat karya. Kontribusi industri pengolahan pada tahun 2014 saja bisa mencapai 43,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), dan kalau dibandingkan dengat tahun 2013 yang hanya 27,7 persen saya rasa sektor ini bisa berperan bagi perekonomian kita," tuturnya.
Sebagai informasi, data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan bahwa realisasi investasi Rusia di Indonesia tahun 2014 mencapai angka US$ 3,6 juta dengan jumlah proyek sebanyak 25. Dalam kata lain, investasi Rusia memiliki porsi Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak 0,012 persen dari total PMA tahun 2014 sebanyak US$ 28,52 miliar.
Selain itu, sebelumnya BKPM pun juga telah menempatkan infrastruktur, pertanian, industri, maritim, dan pariwisata sebagai lima sektor prioritas utama. Lebih lanjut, BKPM membagi sektor industri tersebut ke dalam tiga sub sektor yaitu industri substitusi impor, padat karya, orientasi ekspor. (ags/gen)