IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2015 07:16 WIB
IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan Refleksi karyawan melintas di layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan pelemahannya pada perdagangan Rabu (5/8). Pasalnya, penurunan harga minyak mentah dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS bakal menjadi sentimen negatif perdagangan.

Kepala Riset PT First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, pergerakan IHSG diperkirakan masih terbatas cenderung di teritori negatif. Perdagangan cenderung didominasi saham-saham lapis dua dan tiga dipicu sentimen penurunan harga minyak mentah dan depresiasi rupiah atas dolar AS.

“IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4.750 dan resisten di 4.810,” ujarnya dalam riset, Rabu (5/8).


Ia menjelaskan, perdagangan sebelumnya minim insentif positif menyusul kurang kondusifnya pergerakan pasar saham kawasan dan kekhawatiran pelemahan rupiah atas dolar AS yang menyentuh Rp 13.500.

“IHSG akhirnya gagal bertahan di atas level 4.800, ditutup kembali melemah 19 poin (0,4 persen) di 4.781,087. Koreksi IHSG terutama dipicu keluarnya dana asing yang kemarin mencatatkan nilai penjualan bersih Rp 531,8 miliar,” jelasnya.

Di tengah minimnya insentif positif, lanjutnya, aksi beli selektif yang mendominasi perdagangan kemarin digerakkan saham pertambangan logam menyusul reboundnya harga komoditas logam. Sedangkan saham sektoral lainnya umumnya bergerak di negatif area.

“Saat ini pasar tengah menanti rilis pertumbuhan ekonomi kuartal dua. Kekhawatiran perlambatan ekonomi domestik di tengah depresiasi rupiah atas dolar AS telah menghambat peluang penguatan lanjutan,” katanya.

Sementara Wall Street tadi malam kembali bergerak di teritori negatif untuk tiga hari perdagangan. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,27 persen dan 0,22 persen di 17.550,69 dan 2.093,32.

“Koreksi terutama dipicu sentimen kinerja kuartal dua emiten yang di bawah ekspektasi seperti Allstate Corp., CVS Health Corp, dan koreksi lanjutan saham Apple,” katanya.

Sementara itu, menurutnya harga komoditas tadi malam berhasil rebound setelah tertekan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Harga minyak mentah di AS rebound 1,78 persen di US$ 46,37 per barrel.

Reza Priyambada, Kepala Riset PT NH Korindo Securities mengatakan pada perdagangan Rabu (5/8) IHSG diperkirakan berada pada rentang support 4.750-4.765 dan resisten 4.800-4.810. Laju IHSG mencoba bertahan di area target support 4.770-4.785 dan gagal menuju area target resisten 4.825-4.845.

“Tampaknya penguatan tajam di akhir pekan lalu masih menyisakan aksi jual bagi pelaku pasar. Apalagi kondisi yang ada kurang memungkinkan IHSG untuk berbalik menguat. Selama sentimen negatif masih ada maka aksi jualpun akan tetap terjadi dan IHSG pun kembali berpeluang melemah,” ujarnya.

Terkait perdagangan saham sebelumnya, Reza menilai kekhawatiran akan kembali melemahnya laju IHSG terbukti, dimana indeks berakhir di zona merah. Pelaku pasar masih melakukan aksi jual seiring belum adanya sentimen positif yang mampu menahan pelemahan IHSG.

Ia menambahkan, kondisi dari bursa saham Asia yang cenderung melemah turut berimbas negatif pada laju IHSG. Fokus pelaku pasar tampaknya lebih memperhatikan kondisi bursa saham global yang melemah. Apalagi juga didukung dengan melemahnya sejumlah data-data manufaktur.

“Tidak hanya itu, pelaku pasar juga antisipasi rilis data GDP yang akan dirilis BPS pada Rabu (5/8). Estimasi kami, PDB kuartal II 2015 akan berada di level 4,61 persen-4,65 persen, di mana sejalan dengan konsensus yang ada,” jelasnya. (gir/gir)