"Kita pertahankan kinerja overseas yang terus meningkat. Belum lama ini, kita lakukan kunjungan ke Aljazair dan ternyata oil company seperti Repsol minta produksi upstream dan downstream," ujar Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam di Jakarta, Rabu (5/8).
Kendati demikian, belum ada kesepakatan dari kedua perusahaan karena Pertamina sedang memilih tawaran terbaik yang ditawarkan oleh Repsol. Namun dengan adanya kerjasama ini, diharapkan produksi minyak overseas bisa meningkat lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan hingga akhir tahun, proyeksi produksi minyak gabungan overseas dan domestik diharapkan bisa mencapai 283 MBOPD, atau 3,27 persen lebih besar dengan produksi minyak harian Pertamina saat ini.
"Kenapa kedua perusahaan tersebut? Karena ada sekitar 40 persen kegiatan driling di Aljazair tidak bisa dieksekusi, begitupun dengan kemampuan seismik. Kita punya Elnusa yang punya kemampuan itu untuk seismik, tapi semua kerjasama yang ditawarkan tergantung dengan kemampuan Pertamina juga" jelas Syamsu.
Selain jasa perminyakan, Syamsu mengatakan bahwa Sonatrach juga menawarkan kegiatan eksplorasi hingga produksi hilir. Sebagai tahapan awal kerjasama, rencananya Sonatrach akan mengirim perwakilan ke Indonesia untuk belajar mengenai eksplorasi offshore.
"CEO-nya minta beberapa orang ke sini untuk belajar soal offshore dalam beberapa waktu ke depan ini," jelasnya.
Syamsu menjelaskan, bahwa di Blok 405a tersebut terdapat tiga lapangan minyak yaitu Menzel Lejmat North (MLN), Ourhoud, dan EMK. Di antara ketiga blok tersebut, Pertamina hanya boleh mengelola Blok MLN secara penuh dan menerapkan sistem Reservoir Development Plan. (gir/gir)