Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015, masing-masing kementerian tersebut memperoleh alokasi anggaran Rp 118,54 triliun untuk Kementerian PU-Pera, Rp 64,95 triliun untuk Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pertanian memperoleh dana Rp 32,79 triliun.
“Tiga kementerian itu pemegang anggaran infrastruktur utama yang harus diberikan perhatian khusus agar penyerapannya lebih kencang. PU-Pera terakhir masih di angka 20 persen penyerapannya, padahal Menterinya target sampai 93 persen,” kata Bambang di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya diminta melakukan koordinasi penyerapan anggaran. Kalau memang mau sampai akhir semester II bisa terserap 85 persen, maka masih harus naik 70 persen lagi,” kata Bambang.
Maklumi Semester I
Mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) tersebut mengatakan Jokowi memaklumi rendahnya pertumbuhan ekonomi di semester I 2015 yang hanya mencapai 4,7 persen. Bambang mengaku berhasil meyakinkan bosnya tersebut bahwa mayoritas negara di dunia ini menorehkan kinerja kuartal II 2015 yang lebih rendah dibandingkan kuartal I.
“Semua orang tahu, bahwa hampir tidak ada negara yang kuartal II nya lebih baik dari kuartal I. Kebanyakan menurun, dan kalau dilihat dari besaran pertumbuhan sebenarnya kita relatif tinggi. Kebanyakan negara lain itu hanya menyentuh 2-3 persen saja,” jelasnya. (gen)