"Indonesia harus merdeka melalui banyak hal. Ekonominya makin bagus, stabilisasi itu yang paling penting. Masyarakat makin sejahtera," ujar Bambang usai memimpin upacara di lingkungan Kementerian Keuangan, Senin (17/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contohnya di RAPBN 2016 kemarin, termasuk pembangunan 6 juta rumah untuk rakyat miskin," ujar Bambang.
Adapun usulan indikator makroekonomi yang diajukan pemerintah ke DPR meliputi pertumbuhan ekonomi 5,5 persen, inflasi 4,7 persen, kurs Rp 13.400 per dolar AS, rata-rata suku bunga SPN tiga bulan 5,5 persen, harga minyak mentah Indonesia US$ 60 per barel, lifting minyak 830 ribu barel per hari (bph) dan gas bumi 1,115 juta barel setara minyak per hari.
Terkait subsidi hunian, pemerintah merencanakan alokasi anggaran sebesar Rp 9,3 triliun untuk fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau subsidi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di RAPBN 2016. (ags/ags)