Direktur Jenderal Pengelolaan, Pembiayaan, dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR) Robert Pakpahan menilai pasar keuangan China yang besar sangat potensial dijadikan sumber pembiayaan alternatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Opsi tersebut merupakan upaya pemerintah dalam mencari dana segar dengan melihat potensi pasar yang selama ini lebih didominasi surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (global bond) dan rupiah.
"Kalau kami lihat ada market potensial bisa kami akan kaji dulu insrumen yang bisa kami jadikan alternatif sumber pembiayaan. Biar tidak tergantung, kalau salah satu instrumen mahal, kita bisa ke instrumen lain," ujar Loto.
"Kami kaji market-nya dulu, nanti kami komunikasikan ke middle office, apakah dari sisi pengelolaan portfolio masih sesuai maka itu bisa dipertimbangkan kalau misalnya peluang ada maka kami siap," ujarnya.
Sebagai informasi, sebelumnya pemerintah Indonesia sudah mencari dana di pasar internasional melalui penerbitan beberpa surat utang berdenominasi valuta asing, antara global bond, euro bond, dan Samurai bond yang berdenominasi Yen Jepang. (ags/gen)