IHSG Menguat Terbatas Ditopang Aksi Buyback Saham BUMN
CNN Indonesia
Kamis, 27 Agu 2015 06:47 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Lanjar Nafi, Research Analyst Reliance Securites memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali bergerak terkonsolidasi dengan penguatan yang terbatas. Prediksi tersebut melanjutkan penguatan pada penutupan hari sebelumnya akibat beberapa badan usaha milik negara (BUMN) melakukan aksi beli kembali saham (buyback) yang menahan laju tekanan jual.
“Range pergerakan IHSG diperkirakan berada pada level 4200-4330. Saham-saham yang dapat diperhatikan diantaranya ASII, INDF, MAPI, WSKT, ADHI, BJBR,” ujar Lanjar dikutip dari riset, Kamis (27/8).
Ia mencatat, kemarin IHSG bergerak cenderung menguat dengan ditutup barhasil kembali pada zona positif 9,23 poin atau sebesar 0,22 persen dilevel 4237,73.
“Penguatan ini dipicu aksi buyback beberapa saham BUMN yang berhasil menarik kembali gairah investor sehingga menahan laju tekanan jual. Meskipun rupiah terus melemah hingga ke level tertinggi,” jelasnya.
Kondisi tekanan rupiah itu yang membuat investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 527,56 miliar.
Sementara dari bursa saham di Asia bergerak kembali bervariasi dengan penguatan dipimpin oleh indeks saham Jepang. Namun meskipun tekanan jual sudah reda Indeks saham di China tetap ditutup melemah ditengah PBOC memotong suku bunga pinjaman sebesar 25 bps menjadi 4,6 persen.
“Indeks saham di Jepang menguat cukup tinggi pasca pelemahan Yen hingga 0,7 pada hari ini,” katanya.
“Range pergerakan IHSG diperkirakan berada pada level 4200-4330. Saham-saham yang dapat diperhatikan diantaranya ASII, INDF, MAPI, WSKT, ADHI, BJBR,” ujar Lanjar dikutip dari riset, Kamis (27/8).
Ia mencatat, kemarin IHSG bergerak cenderung menguat dengan ditutup barhasil kembali pada zona positif 9,23 poin atau sebesar 0,22 persen dilevel 4237,73.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tekanan rupiah itu yang membuat investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 527,56 miliar.
Sementara dari bursa saham di Asia bergerak kembali bervariasi dengan penguatan dipimpin oleh indeks saham Jepang. Namun meskipun tekanan jual sudah reda Indeks saham di China tetap ditutup melemah ditengah PBOC memotong suku bunga pinjaman sebesar 25 bps menjadi 4,6 persen.
“Indeks saham di Jepang menguat cukup tinggi pasca pelemahan Yen hingga 0,7 pada hari ini,” katanya.