Kepala BPS Suryamin juga memprediksi bahwa kenaikan harga beras tetap akan menjadi salah satu penyumbang utama inflasi bulanan di bulan Agustus. Kendati demikian, ia mengatakan bahwa inflasi total secara bulanan bisa ditekan karena ditemukan deflasi pada tujuh dari 22 komoditas yang telah dihitung Indeks Harga Konsumen (IHK)nya.
"Beras memang naiknya tidak sampai di kisaran 3 persen, tapi tetap saja itu memberikan share ke angka inflasi bulanan secara total. Tapi nanti inflasi itu akan terdorong ke bawah setelah kami menemukan tujuh komoditas yang mengalami deflasi," ujar Suryamin ketika ditemui di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kamis malam (27/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, kenaikan harga beras kadang menjadi salah satu komoditas yang memiliki kontribusi terbesar dalam penghitungan inflasi bulanan sepanjang tahun 2015. Contohnya pada bulan Maret 2015, terdapat kenaikan harga beras sebesar 2,24 persen dan merupakan kontribusi terbesar ketiga penyumbang inflasi bulanan dengan porsi sebesar 0,09 persen.
Namun ada kalanya harga beras juga berhasil menghambat laju inflasi bulanan pada tahun ini. Contohnya pada bulan April 2015, terjadi deflasi harga beras sebesar 4,82 persen dan memiliki bobot 0,82 persen pada perhitungan inflasi secara total yang disebabkan oleh meningkatnya pasokan beras secara nasional. (gen)