Direktur Utama KCJ M. Nurul Fadhil mengatakan sebelumnya satu rangkaian KRL pada relasi tersebut menarik 8 sampai 10 kereta. Keputusan manajemen untuk menambah rangkaian karena kapasitas relasi tersebut tak muat lagi apabila ditambah armada baru. Apalagi kini setiap unit kereta dalam satu rangkaian yang berangkat dari Bogor dianggap sudah sangat padat.
"Atas alasan tersebut, maka kami akan operasikan satu KRL dengan 12 unit dengan relasi Bogor-Jakarta Kota. Keputusan ini kami ambil setelah melakukan uji coba sebanyak empat kali dalam jangka waktu sebulan terakhir," ujar Fadhil di Jakarta, Jumat (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, rencananya hingga akhir tahun perusahaan juga akan mengoperasikan 9 rangkaian KRL Commuter Line berkapasitas 12 unit pada relasi Bogor-Jakarta Kota. Untuk relasi lainnya, perusahaan masih belum membutuhkan perjalanan 12 rangkaian kereta karena kapasitasnya masih mencukupi apabila armadanya ditambah.
"Jadi untuk stasiun yang berada di antara stasiun Cilebut hingga Tebet tidak bisa melayani naik turun di dua gerbong paling ujung. Hal ini akan kami urusi secepatnya, namun yang penting bisa mengakomodasi penumpang yang membludak dari Bogor ke Jakarta," jelasnya.
Sebagai informasi, data KCJ menunjukkan bahwa volume penumpang meningkat rata-rata 30 persen per tahunnya. Pada 2014 yang lalu saja, jumlah penumpang Commuter Line tercatat sebanyak 206,78 juta dalam setahun atau naik 31,18 persen dari angka tahun sebelumnya yang mencapai 157,63 juta per tahun.
Selain itu, KCJ juga mencatat adanya rekor jumlah penumpang baru per harinya, yaitu sebesar 914,84 ribu penumpang pada 20 Juli 2015 lalu atau naik 24,39 persen dari rekor sebelumnya yaitu 735,42 ribu penumpang dalam sehari. Sebanyak 43 persen penumpang Commuter Line berasal dari Bogor. (gen)