"Ada sekitar 21 unit equipment dari RFCC dan 20 di antaranya sudah dioperasikan. Dalam proses start up tersebut memang dilakukan secara bertahap dan diharapkan pada September ini semua unit equipment beroperasi sehingga bulan depan tetes produk pertama dimulai," kata Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi saat melakukan peninjauan kesiapan RFCC Cilacap, Senin (14/9).
Pertamina mengalokasikan anggaran US$ 1,4 miliar untuk membangun fasilitas pengolahan RFCC di Cilacap, yang diyakini mampu menghasilkan solar RON 93 berstandard Euro 3 sebanyak 37.500 barel stream day (bsd), elpiji sebanyak 389 ribu ton per tahun serta Propylene 430 ton per hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keberadaan RFCC sangat strategis, selain meningkatkan keekonomian kilang Cilacap, juga akan mengurangi impor HOMC (bahan bakar beroktan tinggi ) 600 ribu barel per hari, yang pada akhirnya menghemat devisa negara," jelas Rachmad. (ags/gen)