Perluas Basis Investor, BEI Bidik 50 Ribu Karyawan Emiten

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2015 13:03 WIB
BEI pada tahun ini menargetkan lima perusahaan terbuka, BUMN atau swasta, berhasil mengajak karyawannya menjadi investor pasar modal. Peringatan 30 tahun pasar modal Indonesia di BEI. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik 50 ribu karyawan perusahan terdaftar atau emiten sebagai target calon investor pasar modal. Untuk itu, BEI tengah melakukan penjajakan dengan 10 perusahaan tercatat (emiten) terkait rencana pembukaan rekening khusus bagi ribuan karyawan tersebut.

Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan mengatakan upaya ini dilakukan dalam rangka meningkatkan jumlah investor lokal di tengah dominasi pemodal asing yang cukup kuat. Menurutnya, 64 persen saham di bursa Indonesia saat ini dipegang oleh investor asing.

“Investor lokal saat ini jumlahnya sekitar 400 ribu. Dari jumlah itu hanya sepertiga yang aktif, atau sekitar 140 ribu orang saja,” ujarnya di gedung BEI, Rabu (16/9).


Untuk itu, lanjut Nicky, BEI gencar melakukan sosialisasi agar semakin banyak masyarakat yang menjadi investor. Sosialisasi dilakukan dengan menyasar berbagai segmen dan lapisan masyarakat.

“Untuk penambahan investor, ada masyarakat, mahasiswa, termasuk juga saat ini kami mencoba menggaet karyawan para emiten. Bagus jika karyawan jadi investor di perusahaannya. Kami harap ada tambahan,” katanya.

Nicky mengungkapkan, BEI sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa emiten. Menurutnya, bursa tidak memberikan kriteria khusus bagi perusahaan terbuka yang ingin ikut dalam program investor karyawan tersebut.

“Saat ini sudah ada 10 perusahaan di list kami. Besar kecil bukan masalah saat ini. Potensi investor ya bisa 10 ribu sampai 50 ribu orang,” jelasnya.

Setidaknya, Nicky berharap ada lima emiten, baik BUMN maupun perusahaan swasta, yang bisa mengajak karyawannya menjadi investor saham hingga akhir tahun ini.

“Mereka nanti karyawannya buka akun dan setelah buka akan dilanjutkan program menabung saham. Misalnya disisihkan Rp 100 ribu setiap bulan untuk membeli saham,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Nicky, BEI juga akan menggandeng perusahaan sekuritas dalam program tersebut. Langkah ini dimaksudkan untuk mendukung administrasi pembukaan akun investor ribuan karyawan emiten.

Sebelumnya, PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) mempelopori pembukaan rekening efek untuk 10 ribu pegawainya dan mencatatkan kegiatan ini pada Museum Rekor Indonesia. Rekor  Penciptaan Investor Saham Baru Terbanyak dalam Satu Perusahaan itu dibuat pada 17 Agustus 2015.

“Sebelumnya juga ada kerjasama dengan anggota bursa (AB). Waktu itu (Sritex) 10 ribu akun dibagi sembilan anggota bursa, kira-kira 1.000 akun per anggota termasuk mendukung administrasi pembukaan rekening,” kata Nicky. (ags/gen)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK