Agung Podomoro Pastikan Reklamasi Pluit Dimulai Akhir 2015

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Jumat, 18/09/2015 01:06 WIB
Agung Podomoro Pastikan Reklamasi Pluit Dimulai Akhir 2015 Batas proyek reklamasi Pulau G yang rencananya bakal dikerjakan oleh PT Agung Podomoro Land Tbk melalui anak usahanya PT Muara Wisesa Samudra, Pluit, Jakarta, Kamis, 17 September 2015. (CNN Indonesia/Giras Pasopati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengembang properti, PT Agung Podomoro Land Tbk baru akan memulai proses reklamasi Pluit City (Pulau G) pada akhir 2015 dan ditargetkan rampung pada 2018.

“Mulainya 2015 akhir (pengurukan). Target selesainya 2018, satu Pulau G itu jadi. Yang penting bisa ditinggali untuk pembangunan selanjutnya,” ujar Sekretaris Perusahaan Agung Podomoro, Justini Omas di Jakarta, Kamis (17/9).

Ia menjelaskan, nilai investasi untuk proses pengurukan tersebut diperkirakan mencapai Rp 4,9 triliun. Setelah pulau jadi, lanjutnya, maka masih akan ada pembangunan berkelanjutan yang memakan waktu jangka panjang.


“Jika sesuai proyeksi mestinya pulau jadi, maka habis itu pembangunan. Kemungkinan September 2018 selesai, mudah-mudahan lebih cepat. Targetnya bisa selesai dalam 36 bulan,” jelas Justini.

Sebelumnya, Agung Podomoro sudah menggandeng  kontraktor joint operation (JO) asal Negeri Kincir Angin, yaitu Boskalis dan Van Oord. Van Oord merupakan kontraktor reklamasi ternama dunia, di mana salah satu proyek terkenalnya adalah Bandara Internasional New Doha di Qatar dan Pusan Newport, Korea Selatan.

Justini menambahkan, perseroan berencana membangun kawasan perumahan terlebih dulu setelah reklamasi pulau tersebut rampung. Namun, ia masih menunggu hasil perizinan lanjutan yang masih dalam proses pengajuan.

“Rencananya perumahan dulu lah, tapi itu tergantung izinnya. Rencana awalnya landed house, lalu nanti baru komersial,” tuturnya.

Terkait pembangunan lanjutan di Pulau G tersebut, ia menjelaskan Agung Podomoro juga akan membangun ruko, apartemen, dan bangunan lainnya. Namun, proyek itu merupakan rencana jangka panjang yang bakal mencapai 10 hingga 20 tahun.

mengenai kabar adanya proses pemasaran, Justini menegaskan hal itu tidak benar. Ia menjelaskan, pihaknya hanya mengadakan semacam survei terkait minat untuk menghuni Pulau G tersebut.

“Kalau pemasaran kami belum memasarkan. Yang kami lakukan istilahnya hanya test market. Belum ada komitmen pembelian,” jelas Justini.

Corporate Communication Pluit City, Pramono, menjelaskan pihaknya bakal melangsungkan reklamasi karena telah memperoleh perizinan dan legal menurut pemerintah.

“Izin Amdal (analisis dampak lingkungan) sudah ada, No 30/Amdal/-1.774.151. Artinya dengan dikeluarkan amdal ini dari pemerintah pada Juli 2013 yang melalui tahapan panjang, maka sudah clear,” jelasnya.

Dengan keluarnya izin tersebut, Pramono memastikan pemerintah dan pakar telah menguji betul kelayakan proyek Agung Podomoro. Pramono menambahkan perseroan juga sudah menyusun program jangka panjang untuk masyarakat sekitar.

“Kami sudah menyusun blueprint Public Relation untuk 25 tahun ke depan. Kami mempertimbangkan program-program itu setiap 5 tahun,” jelasnya. (ags/ags)