Bangun Mal AEON, Sentul City Jaga Kesinambungan Pendapatan

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2015 13:03 WIB
Bangun Mal AEON, Sentul City Jaga Kesinambungan Pendapatan Mal AEON di kota Osaka, Jepang. (Dok. Wikipedia/Tsurumi Ryokuchi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen PT Sentul City Tbk menyatakan bulan depan bakal melakukan peletakan batu pertama pembangunan (groundbreaking) jaringan pusat perbelanjaan asal Jepang, Mal AEON di lahan seluas 7,8 hektare di Bogor, Jawa Barat.

Wakil Presiden Direktur Sentul City Andrian Budi Utama mengaku pihaknya telah menandatangani perjanjian sewa-menyewa dan akan segera melakukan groundbreaking pembangunan mal AEON pada September mendatang.

“Iya, kami akan melakukan groundbreaking AEON pada bulan depan,” ujarnya kepada CNN Indonesia, Selasa (22/9).


Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen Sentul City menyatakan telah menandatangani perjanjian sewa menyewa (Master Lease Agreement) antara perseroan dan PT AEON Mall Indonesia pada 20 September 2015.

Sayangnya, manajemen masih enggan menyebutkan nilai pasti dari perjanjian sewa menyewa tersebut. Padahal, sebelumnya proyek tersebut digadang bakal menghabiskan dana lebih dari Rp 1 triliun.

“Kalau untuk nilai sewa-menyewa saya belum bisa bicara saat ini, karena ada perjanjian disclosure dengan AEON,” ujar Andrian.

Amankan Recurring Income

Ia menjelaskan, nantinya proyek tersebut bakal berada dalam kawasan superblok Central Business District (CBD) Sentul City dan terintegrasi dengan empat menara apartemen dan satu menara perkantoran. Perseroan berencana menggenjot porsi pendapatan berulang (recurring income), setelah lesunya penjualan pada tahun ini.

“Saya kira tahun ini kami tidak bisa mencapai target marketing sales. Mungkin hanya sekitar 60-70 persen dari target yang bisa kami capai,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebelumnya manajemen Sentul City menargetkan mampu meraup marketing sales senilai Rp 2 triliun. Maka, dengan situasi ekonomi yang lemah saat ini, perseroan memprediksi hanya mampu meraup paling banyak Rp 1,4 triliun.

Investor Relation Manager Sentul City Michael Tene mengatakan proyek mal AEON tersebut bakal dibangun di atas lahan seluas 7,8 hektare dan diharapkan mampu rampung paling lama tiga tahun.

“Sudah ada komitmen pembayaran sewa menyewa, tapi memang belum bisa disebutkan saat ini,” ujarnya.

Ia mengaku, adanya proyek mal AEON tersebut diharapkan bisa mendongkrak porsi recurring income perseroan agar mampu menjadi alternatif penopang kinerja di saat marketing sales Sentul City lesu.

“Saat ini porsi recurring income kami sekitar 15 persen dari pendapatan. Dengan adanya mal AEON nanti diharapkan porsi tersebut bisa meningkat lebih dari 20 persen,” ungkapnya.

Dari sisi kinerja, Sentul City mencetak laba bersih Rp 40,79 miliar pada tahun lalu, jeblok 93,26 persen dari perolehan 2013 senilai Rp 605,15 miliar. Padahal perseroan berhasil membukukan kenaikan laba usaha sebesar 163,76 persen dari yang semula Rp 68,82 miliar di tahun 2013 menjadi Rp 180,98 miliar pada 2014.

Manajemen menyatakan pelemahan laba bersih pada 2014 tersebut disebabkan pada tahun 2013 perseroan membukukan keuntungan atas akuisisi tambahan 15 persen saham PT Bukit Jonggol Asri.