Wall Street hadapi Minggu Berpotensi Bergejolak

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 28/09/2015 01:40 WIB
Wall Street hadapi Minggu Berpotensi Bergejolak Bursa saham Amerika Serikat memasuki minggu yang berpotensi menyebabkan gejolak. (Getty Images/Chris Hondros)
New York, CNN Indonesia -- Pengunduran diri mendadak Ketua DPR AS John Boehner mengurangi kemungkinan kantor pemerintah lumpuh minggu depan, dan berpotensi menghilangkan satu sumber kekhawatiran investor sementara Wall Street bersiap menghadapi minggu yang akan diwarnai pengumuman berbagai data ekonomi dan pernyataan pengambil keputusan di Bank Sentral.

Boehner mengatakan pada Jumat (25/9) akan mengundurkan diri dari jabatan ketua DPR pada akhir Oktober. Langkah ini dipandang sebagai pertanda bahwa Boehner akan meloloskan RUU pembiayaan pemerintah tanpa faktor-faktor rumit yang akan memicu Gedung Putih menggunakan hak veto.

“Langkah ini secara signifikan mengurangi kemungkinan kantor pemerintahan lumpuh minggu depan,” ujar para ekonom Goldman Sachs dalam catatan kepada kliennya yang dirilis Jumat.


Meski pengunduran diri Boehnier membuat kemungkinan pemerintah lumpuh pada 1 Oktober karena tidak ada dana kecil, tantangan-tantangan fiskal lain masih tetap ada.

Kesepakatan anggaran federal untuk jangka panjang dan kenaikan pagu hutang masih harus diloloskan oleh Kongres. Perselisihan kedua partai terbesar AS dan juga di antara anggota kongres partai Republik sendiri, atas isu ini tidak akan dipecahkan dengan pengunduran diri Boehner.

“Pertanyaan relevan lain bagi pasar finansial adalah bagaimana hal ini berdampak pada batas hutang dan masalah-masalah lain yang belum terpecahkan. Ada kemungkinan yang jelas bahwa pemungutan suara minggu depan, yang awalnya hanya akan berkisar pada kesepakatan memperpanjang otoritas pengeluaran, kini bisa juga mencakup isu-isu lain seperti perpanjangan Bank Ekspor-Impor, dan bahkan perpanjangan batas hutang,” bunyi catatan Goldman Sachs.

Menghilangkan satu masalah yang tak menentu ini bisa membantu menenangkan pasar saham Amerika Serikat ditengah terjadinya koreksi dalam satu bulan belakangan ketika para investor bergumul dengan pendapatan yang lemah, masalah ekonomi China dan ketidakpastian di seputar kebijakan moneter AS.

Kepanikan di kalangan investor belakangan ini bisa menambah kemungkinan reaksi negatif di pasar jika penutupan kantor pemerintah tidak dihindari.

Sementara indeks saham S&P 500 naik 3 persen ketika kantor pemerintah ditutup pada 2013, keuntungan di dapat di tahun ketika indeks ini naik hampir 30 persen.

Saham-saham saat ini berada di tengah volatilitas yang meluas. Sejak 20 Agustus, pada lebih dari setengah sesi perdagangan terjadi perubahan sebesar setidaknya satu persen, ke atas dan ke bawah, pada indeks S&P 500.

“Ketika anda bergerak ke tahap selanjutnya dalam perundingan, jika mereka tiak bisa mengambil keputusan atau mencapai satu kesepakatan, pasar hampir pasti akan memandangnya sebagai anak panah ketiga dalam pergerakan yang terjadi pada volatilitas pasar dan penurunan yang berpotensi terjadi,” kata David Lyon, spesialis investasi global pada JP Morgan Bank di San Francisco.

Minggu depan juga bisa menjadi katalis pada volatilitas pasar. Sejumlah pejabat Bank Sentral dijadwalkan untuk memberi keterangan seperti Gubernur Bank Sentral Janet Yellen, Presiden Bank Sentral New York William Dudley, Presiden Bank Sentral Chicago Charles Evans dan Presiden Bank Sentral San Francisco John Williams.

Para investor juga akan menunggu laporan mengenai rumah tangga dan sektor manufaktur AS, dan minggu ini akan ditutup dengan laporan gaji dan tingkat pengangguran bulan September dari Departemen Tenaga Kerja.

Diperkirakan lapangan kerja tumbuh 203 ribu dibanding 173 ribu periode sebelumnya, sementara tingkat pengangguran akan tetapi di titik 5,1 persen. (yns)