Kepala BPS Suryamin menjelaskan penurunan harga terbesar terjadi pada komoditas cabai merah yang mencapai 10,98 persen. Penurunan harga cabai merah terjadi di 62 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) dengan penurunan tertinggi terjadi di Jambi sebesar 40 persen dan Padang Sidempuan.
Harga daging ayam ras juga turun sebanyak 9,31 persen di 58 kota IHK, dengan penurunan tertinggi terjadi di Jambi 25 persen dan Pematang Siantar sebesar 23 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cabai rawit juga mengalami penurunan harga yang signifikan selama September yakni sebesar 12,27 persen di 49 kota IHK dengan penurunan tertinggi terjadi di Jambi, Sumenep, Bima dan Tasikmalaya.
Sementara itu panen bawang merah di sejumlah daerah juga turut menyeret harga bawang merah turun selama September. Tercatat harga bawang merah turun 9,97 persen menyumbang -0,04 persen terhadap deflasi September.
"Memang bawang merah ini pasokannya sedang banyak. Penurunan terjadi di 71 kota IHK, dengan penurunan tertinggi terjadi di Cirebon dan Kupang," kata Suryamin.
Efek Kabut Asap
Sementara itu di sektor jasa tarif angkutan udara juga mengalami penurunan sebesar 10,22 persen. Penurunan ini menurut Suryaminn terjadi di tengah situasi kabut asap yang melanda sejumlah daerah.
Di samping itu, BPS juga mencatat beberapa komponen yang justru mengalami kenaikan harga sehingga menjadi penyumbang inflasi.
Harga komoditi beras tercatat naik 2,04 persen akibat pasokan berkurang meski ada panen. Kenikan harga beras terjadi di 74 kota IHK dengan kenaikan tertinggi terjadi di Purwokerto, Bulukumba, Pangkal Pinang.
"Musim panen padi memang setiap bulan ada, tapi volumenya berkurang selama musim kemarau," kata Suryamin.
Selain itu harga emas dan biaya pendidikan perguruan tinggi juga mengalami kenaikan. Untuk harga emas telah terjadi kenaikan sebesar 3,44 persen di 74 kota IHK, sedangkan biaya pendidikan perguruan tinggi naik 3,15 persen di 32 kota IHK dengan kenaikan tertinggi terjadi di Malang 17 persen. (gen)