Realisasi Produksi Migas Baru Sentuh 783.390 Barel per Hari
Diemas Kresna Duta | CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2015 12:22 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melansir rerata angka produksi minyak mentah (crude) Indonesia hingga awal Oktober 2015 (year to date) baru mencapai 783.390 barel per hari (bph).
Angka tersebut masih 5 persen di bawah target produksi siap jual (lifting) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 yang ditetapkan pada angka 825 ribu bph.
Sementara untuk rerata produksi gas bumi, Zuldadi bilang besarannya berada di angka 8.030 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), atau 1192 MMSCFD di atas target APBNP 2015 yang dipatok pada angka 6.838 MMSCFD.
"Ini angka rata-rata produksi (bukan lifting) minyak dan gas bumi year to date 4 Oktober 2015," ujar Zuldadi Rafdi, Kepala Subbagian Komunikasi dan Protokoler SKK Migas kepada CNN Indonesia, Selasa (6/10).
Zuldadi mengungkapkan, tak tercapainya target lifting minyak mentah hingga awal bulan kesepuluh ini tak lepas dari beberapa faktor teknis dan non-teknis yang terjadi di lapangan. Dua kendala tersebut menjadikan produksi minyak mentah Indonesia masih berada di bawah target lifting.
"Di awal tahun, KKKS (kontraktor kontrak kerjasama) offshore terkendala cuaca. Di pertengahan tahun kejadian (perusakan fasilitas) di Exxon Cepu membuat produksinya tertahan," jelasnya. (gen)
Angka tersebut masih 5 persen di bawah target produksi siap jual (lifting) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 yang ditetapkan pada angka 825 ribu bph.
Sementara untuk rerata produksi gas bumi, Zuldadi bilang besarannya berada di angka 8.030 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), atau 1192 MMSCFD di atas target APBNP 2015 yang dipatok pada angka 6.838 MMSCFD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zuldadi mengungkapkan, tak tercapainya target lifting minyak mentah hingga awal bulan kesepuluh ini tak lepas dari beberapa faktor teknis dan non-teknis yang terjadi di lapangan. Dua kendala tersebut menjadikan produksi minyak mentah Indonesia masih berada di bawah target lifting.
"Di awal tahun, KKKS (kontraktor kontrak kerjasama) offshore terkendala cuaca. Di pertengahan tahun kejadian (perusakan fasilitas) di Exxon Cepu membuat produksinya tertahan," jelasnya. (gen)