Kiswoyo Adi Joe, Analis PT Investa Saran Mandiri menilai sempat melonjaknya saham Freeport akibat banyaknya informasi di media massa nasional yang memastikan Pemerintah Indonesia akan memperpanjang kontrak karya (KK) perusahaan tambang di Papua tersebut dalam waktu dekat. Meskipun KK sendiri baru berakhir 2021 mendatang.
"Umumnya mereka (pemegang saham) memanfaatkan informasi yang belum beredar di media seperti perpanjangan kontrak Freeport Indonesia untuk mengoleksi saham sebanyak-banyaknya,” ujar Kiswoyo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Setelah dinilai harganya telah melampui harga wajar, pastinya mereka akan melepas atau profit taking. Saya meyakini dalam kasus ini ada bandarnya," ujar Kiswoyo.
Rizal menyebut Sudirman telah melampui kewenangannya sebagai Menteri karena dengan sikap yang ia tunjukkan berpotensi melanggar Undang-Undang Minerba dan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2014 lantaran pengajuan perpanjangan izin yang baru bisa diajukan dua tahun sebelum berakhirnya kontrak.
"Jadi bapak Menteri ESDM ini, mohon maaf, keblinger. Seenak-enaknya. Saya tidak mengerti kenapa dia begitu ngototnya, begitu ngeyelnya untuk membela Freeport," kata Rizal di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, kemarin. (gen)