Kepala BKPM Franky Sibarani menjelaskan izin prinsip adalah permohonan yang disampaikan oleh perusahaan untuk mendapatkan izin dari pemerintah dalam memulai kegiatan penanaman modal. Dengan realisasi tersebut, menunjukkan bahwa pertumbuhan nilai izin prinsip masih cukup signifikan terlebih dalam situasi perekonomian global yang melambat. Menurutnya, pengajuan izin prinsip ini merupakan langkah awal untuk mendorong peningkatan realisasi investasi.
“Dalam setahun ini, BKPM bersama Kementerian lain terus melakukan terobosan kemudahan layanan perizinan, mulai penerapan sistem perizinan online di BKPM, implementasi PTSP Pusat hingga yang terbaru izin investasi 3 jam, mulai 26 Oktober mendatang,” ujar Franky dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (21/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sektor lain yang juga mencatatkan pertumbuhan signifikan adalah sektor pariwisata dan kawasan yang mencatatkan pertumbuhan 127 persen dari sebelumnya Rp 79,7 triliun menjadi Rp 181 triliun. Juga industri padat karya yang naik 40 persen menjadi Rp 55,6 triliun dari sebelumnya Rp 39,8 triliun,” jelasnya.
Franky menambahkan, dari sisi reformasi perizinan investasi di BKPM, langkah-langkah terobosan telah mulai dilakukan untuk mempermudah investor mendapatkan izin prinsip serta merealisasikan minat investasinya di Indonesia.
Seperti diketahui reformasi perizinan tersebut antara lain peluncuran pelayanan sistem online yang dilakukan pada 15 Desember 2014, kemudian peluncuran PTSP Pusat pada 26 Januari 2015, penyederhanaan perizinan listrik yang dilakukan pada bulan Maret 2015, serta rencana peluncuran layanan izin Investasi 3 jam yang akan dilakukan pada 26 Oktober 2015 mendatang.
Pemerintah sendiri menargetkan realisasi investasi bisa mencapai Rp 519 triliun pada tahun ini. Adapun dalam semester I tahun telah dicapai Rp 259,7 triliun. Franky berharap dalam paruh kedua tahun ini realisasinya bisa mencapai sisa target yang dicanangkan sebesar Rp 259,3 triliun. (gen)