Jokowi Dorong Pembentukan Holding BUMN Sektoral

Resty Armenia, CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2015 10:00 WIB
Jokowi Dorong Pembentukan Holding BUMN Sektoral Presiden Jokowi menyebut pembentukan holding BUMN bisa dimulai dengan melebur Pelindo I, II, III, dan IV sehingga bisa memperbaiki sistem logistik nasional. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah berencana membentuk banyak perusahaan gabungan (holding) dalam struktur badan usaha milik negara (BUMN). Keinginan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menjamu seluruh Direktur Utama BUMN di Istana Negara, kemarin petang.

Tujuan dari pembentukan holding, subholding, atau perusahaan patungan itu menurutnya tidak lain adalah demi menjadikan BUMN Indonesia memiliki skala dan kemampuan yang besar.

“Saya ingin agar BUMN-BUMN ini menjadi besar, entah lewat re-evaluasi aset dan lain-lain itu. Tidak hanya menjadi besar, tetapi juga tetap lincah, BUMN yang kuat,” kata Jokowi.


Namun ia menekankan, dalam melakukan holding-isasi BUMN harus dijalankan dengan cara yang transparan dan benar serta memiliki visi dan misi yang sama ke depan. Ia mencontohkan, holding BUMN di Malaysia seperti Temasek dan Khazanah sangat cepat melesat karena holding-isasi dilakukan dengan benar.

“Kalau tidak bisa langsung holding, bisa dengan virtual holding dulu. Tetapi betul-betul sudah dimulai. Sehingga menjadi sebuah sistem, tidak bekerja sendiri-sendiri. Bisa mulai banyak sinergi dalam pengembangan, kerjasama, operasi dan konglomerasi BUMN,” ujarnya.

Pelindo Paling Siap

Dalam kacamata mantan Walikota Solo, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) I sampai IV sudah paling siap dilebur menjadi satu holding kepelabuhanan yang besar.

“Sehingga semuanya masuk dalam sebuah sistem logistik nasional yang menjadikan barang kita betul-betul murah. Biaya transportasi murah, biaya distribusi logistik murah,” tegasnya.

Untuk memastikan instruksinya dijalankan, Jokowi memerintahkan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk membuat peta jalan holding-isasi BUMN ke depan.

“Kalau tidak dilakukan ya kita akan begini-begini terus. Saya lihat yang sudah berani joint langsung kelihatan besar. Kelihatan manajemennya lebih baik. Saya kira banyak sekali sekarang ini keinginan dari investasi luar untuk joint venture. Ya yang paling penting dihitung, dikalkulasi, dilihat performa dari yang ingin
 seperti apa,” jelas Jokowi. (gen)