Direktur Utama PT BEI, Tito Sulistio mengatakan bahwa dirinya sudah mendengar kabar kalau peraturan terkait anak usaha BUMN akan keluar minimal 2 tahun kemudian. Dengan adanya peraturan ini, ia berharap pengurusan IPO anak usaha BUMN bisa lebih cepat dibanding BUMN.
"Saya sudah dengar dari Pak Aloysius (Deputi Rekstrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN) kalau peraturan IPO anak usaha BUMN bisa keluar minimum 2 tahun ke depan. Dengan adanya hal ini, kami harap makin banyak anak usaha BUMN yang mau IPO karena jumlah anak usahanya yang juga banyak," kata Tito di Jakarta, Kamis (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, BEI sendiri berharap bisa melakukan kapitalisasi pasar Rp 3.750 triliun per tahunnya. dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 15 triliun per tahunnya. Hingga 12 Oktober 2015, nilai kapitalisasi pasar BEI mencapai Rp 4.822 triliun dengan nilai transaksi harian rata-rata sebesar Rp 5,81 triliun per harinya.
Ia juga menambahkan, nantinya pengajuan IPO bagi anak usaha BUMN ini akan lebih cepat dibandingkan BUMN. Namun, ia masih belum bisa memastikan perbandingan kecepatan penyelesaian prosedur IPO antara BUMN biasa dengan anak usahanya.
Dua Anak Usaha BUMN akan IPO
Di sisi lain, tambahnya, belum ada rencana dari anak-anak usaha BUMN untuk melakukan IPO hingga akhir tahun ini. Namun, ia menyebut akan ada dua anak usaha BUMN yang menyatakan akan IPO tahun depan.
"Salah satunya adalah anak usaha PT Pertamina. Kita masih belum tahu apakah perusahaan itu bergerak di perusahaan hulu atau hilir. Mereka baru sekedar membicarakan saja," katanya.
Sebelumnya, anak usaha BUMN konstruksi PT Hutama Karya, PT HK Realtindo juga berencana untuk melakukan IPO pada tahun depan. Rencananya, perusahaan akan melepas 30 hingga 35 persen saham ke publik dengan penyerapan dana diperkirakan mencapai Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,5 triliun. (ded/ded)