Agus mengatakan, sinyalemen penaikan suku bunga kian terlihat menyusul kepercayaan diri jajaran The Fed dalam rapat Federal Open Martket Committee (FOMC) semalam, meski saat itu suku bungannya diputuskan tetap.
"Jadi kalau pada pertemuan ini juga diungkapkan seperti itu, kita yakin chance dinaikkan tahun ini masih ada kalaupun naiknya di Desember bukan sesuatu yang surprise," ujar Agus saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pribadi melihat belum ada probabilitas yang besar bahwa Fed Fund Rate akan naik di bulan Desember, meskipun pasar ada sedikit kenaikan probabilitasnya dari 40 persen sekarang 45 persen, jadi nampaknya belum akan ada kenaikan Fed Fund Rate tahun ini," ujar Perry.
Di mana data-data ekonomi yang positif dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor untuk menaruh modalnya di Indonesia.
"Kemudian didukung kebijakan yang terkoordinasi dari pemeintah, BI dan OJK khususnya deregulasi memberi persepsi positif, 3 hal ini mendorong perbaikan neraca modal dan keseluruhan neraca pembayaran sehingga rupiah juga akan membaik, sejauh ini cukup stabil," kata Perry. (dim/ags)