Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Nizar Zahro menegaskan partainya akan konsisten menolak pengesahan RAPBN 2016 dengan masuknya Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN dalam jumlah besar.
Menurutnya, tidak ada alasan bagi Geridnra untuk menerima ataupun menerima dengan catatan postur anggaran negara tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nizar mengakui peluang fraksinya untuk mengagalkan RAPBN 2016 sangat kecil jika dilihat dari peta politik parlemen. Namun, itu tidak akan menyurutkan semangat Gerindra untuk mengupayakan voting.
"Walaupun kelihatan kami kalah, kami siap voting. Itu sesuai mekanisme yang ada," tuturnya.
"Dalam aturan tata persidangan, walau sudah kelihatan kalah, voting tetap harus dilakukan. Gerindra tegas (menolak) kalau pemerintah ngotot ingin melaksanakan keinginannya," katanya.
Edhi mempertanyakan urgensi pemerintah memaksakan PMN ke BUMN pada tahun depan. Idealnya, lanjut Edhi, anggaran PMN dialihkan untuk mendanai program-program yang dampaknya menyentuh langsung pada masyarakat.
"PMN apa urgen menyuntikkan PMN ke BUMN sekarang, sedangkan alokasi Dana Desa baru 10-15 persen," katanya. (ags)