"Target gross pembiayaan tahun depan kan Rp 510 triliun, sekitar 20-30 persen akan ditutup dari penerbitan SBN (Surat Berharga Negara) valas," jelas Schneider Siahaan, Direktur Strategis dan Portfolio Utang DJPPR kepada CNN Indonesia, Jumat (6/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Schneider mengatakan seperti biasanya global bond akan mengawali penerbitan obligasi valas. Waktu penerbitannya, lanjutnya, akan diupayakan terbit pada akhir 2015 meski kemungkinan bergeser cukup besar karena mempertimbangkan dampak penyesuaian suku bunga The Fed yang rencananya dilakukan pada Desember.
Menurut Schneider, potensi pembiayaan dari Pasar China sebenarnya cukup potensial mengingat karakter penduduknya gemar menabung. Namun, untuk menerbitkan obligasi yuan masih perlu kajian mendalam soal risiko dan potensinya.
Schneider menambahkan target pembiayaan SBN gross Rp 510 triliun di APBN 2016 masih memperhitungkan alokasi anggaran untuk Penyertaan Modal Negara (PMN) ke BUMN yang dibekukan karena belum mendapatkan persetujuan DPR. (ags/gen)