Rizal Ramli menjelaskan, kunjungan Federica Guidi ke kantornya mempertegas peningkatan kerjasama antara Indonesia dan Italia dalam hal pengembangan industri pengolahan ikan. Menurutnya, kerjasama di sektor ini melengkapi kemitraan bisnis dengan perusahaan Italia yang sudah berjalan di sejumlah sektor, seperti industri makanan, permesinan dan fesyen.
"Kita ingin luaskan kerja sama ini di bidang maritim dan perikanan. Pemerintah kan sangat ingin mendorong tumbuhnya industri pengolahan ikan. Sedang dibicarakan teknisnya 'business to business' (B to B)," katanya di Jakarta, Senin (9/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah ingin mendorong tumbuhnya industri pengolahan perikanan karena selama ini, ikan itu kebanyakan diambil mentah, dibawa ke luar negeri tidak ada nilai tambahnya. Tidak ada lapangan pekerjaannya buat rakyat kita," katanya.
Pengolahan ikan, lanjut Rizal, juga penting lantaran selama ini Indonesia masih mengimpor tepung ikan dari negara lain.
Menurutnya, hal itu ironis lantaran negara maritim seperti Indonesia masih harus mengimpor barang yang sebenarnya bisa didapatkan di negeri sendiri.
"Tidak masuk akan negara maritim terbesar di dunia, negara dengan panjang pantai nomor dua di dunia seperti Indonesia, kok masih impor tepung ikan. Jadi kita mesti pikirkan industri pengolahan buat meningkatkan nilai tambah," tuturnya.
Selain itu, Presiden Italia juga berkunjung ke Isatan Presiden dan gedung parlemen. Ketua DPR Setya Novanto mengatakan lawatan itu dalam rangka meningkatkan kerjasama bilateral antar kedua negara.
"Kami berharap hubungan perdagangan kedua negara dapat terus ditingkatkan, begitu juga kerja sama di bidang-bidang lainnya, termasuk investasi," kata Novanto, di Gedung DPR , Jakarta.
Menurut Novanto, nilai perdagangan Indonesia dengan Italia pada 2013 lalu mencapai US$ 3,82 miliar. Pada tahun lalu nilainya meningkat menjadi sekitar US$ 4 miliar.
Novanto mengatakan salah satu topik kerjasama yang jadi pembahsan menyangkut proyek infrastruktur untuk mendukung dan penguatan konektivitas maritim yang saat ini menjadi prioritas Pemerintahan Joko Widodo.
"Kami berharap Italia juga dapat mengambil bagian dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia," kata Novanto.
Dalam kesempatan ini, Novanto mengutarakan bahwa Indonesia ingin belajar dari pengalaman Italia tentang manajemen keuangan, khususnya asset recovery atau pengembalian dana luar negeri.
Politikus Partai Golkar itu juga berharap Italia bisa mendukung Warga Negara Indonesia (WNI) untuk mendapatkan bebas visa ke Eropa.