Operator Taksi Express Bersiap Jual Tanah untuk Bayar Utang

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Jumat, 13/11/2015 17:53 WIB
Operator Taksi Express Bersiap Jual Tanah untuk Bayar Utang Armada taksi Ekspress saat mencari penumpang di kawasan Jakarta Pusat, Rabu, 3 Juni 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Operator taksi, PT Express Transindo Utama Tbk menyatakan bakal menjual aset berupa lahan guna menurunkan tingkat pinjaman dan utang.

Direktur Keuangan Express David Santoso mengatakan manajemen berencana memangkas tingkat utang tahun depan. Atas dasar hal tersebut, Express kemudian mempertimbangkan opsi menjual lahan.

“Tahun depan, posisi utang akan kami turunkan untuk memperbaiki kinerja. Posisi utang kami saat ini di kisaran Rp 1,7 triliun,” ujarnya dalam Investor Summit di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (13/11).


Laporan keuangan Express per September 2015 menyebutkan jumlah pinjaman dan utang sebesar Rp 1,7 triliun jika dikurangi kas dan setara kas senilai Rp 42,73 miliar maka tercatat utang neto senilai Rp 1,65 triliun.

Sayangnya, David enggan menyebutkan berapa besar potensi dana yang bisa diraup dari penjualan lahan tersebut karena masih dalam tahap negosiasi dengan pembeli potensial.

“Saya belum bisa disclose untuk nilai lahannya. Yang jelas kami masih dalam pembicaraan dengan pembeli lahan,” ujarnya.

Laporan keuangan Express menyatakan aset tetap perusahaan berupa tanah per 30 September 2015 tercatat senilai Rp 226,22 miliar. Sementara aset tetap berupa bangunan, mess supir, dan pool taksi tercatat sebesar Rp 220,76 miliar.

Investasi Teknologi

Lebih lanjut untuk mengantisipasi tantangan ekonomi tahun depan, David menyatakan Express juga tengah mempersiapkan diri untuk melebarkan sayap di bidang teknologi informasi (TI). Nantinya, kata David, perseroan bakal menggenjot aplikasi online Express.

“Kami akan bekerjasama dengan perusahaan telekomunikasi untuk mengembangkan TI, khususnya terkait aplikasi online,” katanya.

Namun, David enggan menyebut nama perusahaan yang bakal menjadi partner kerjasama tersebut. Kendati demikian, Express mengaku optimistis dapat segera menjalankan operasional di awal tahun depan.

“Kalau untuk nama perusahaan masih non-disclosure ya. Pokoknya Januari sudah bisa operasi,” kata David.