OJK Ingin Industri Keuangan Selektif Kucurkan Kredit
Agust Supriadi | CNN Indonesia
Senin, 23 Nov 2015 12:40 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri jasa keuangan agar selektif dalam menyalurkan pembiayaan ke pelaku industri
"Industri jasa keuangan harus melakukan screening kepada setiap industri yang akan dibiayainya sebagai langkah awal ekonomi berkelanjutan," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad dalam seminar internasional bertajuk Sustainable Finance to Support Sustainable Development Goals di Jakarta, Senin (23/11).
Muliaman mengatakan, pembiayaan sebaiknya diberikan kepada industri-industri yang telah menerapkan manajemen risiko lingkungan hidup dan sosial dalam aktivitas bisnisnya.
Menurutnya, sesuai dengan fungsi intermediasi yang dijalankan oleh industri jasa keuangan, sektor keuangan berperan penting sebagai agen yang mempercepat pembangunan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Terutama pendanaan kepada sektor-sektor yang memiliki multiplier effects yang besar dapat mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Selain itu, untuk menghindari bubble economy, sektor finansial harus berjalan seiring dengan sektor riil," ujar dia.
Perbankan, kata Muliaman, juga didorong untuk meningkatkan profitnya melalui sektor-sektor yang memiliki dampak luas sehingga nantinya dapat menciptakan sistem keuangan yang stabil dan berkelanjutan sesuai program keuangan berkelanjutan yang digagas OJK itu.
Program keuangan berkelanjutan tersebut, katanya, tidak hanya berupaya untuk meningkatkan porsi pembiayaan pada sektor-sektor prioritas yang memiliki dampak berganda yang tinggi.
"Seperti sektor energi, infrastruktur, industri pengolahan, pertanian dan UMKM juga untuk meningkatkan daya tahan dan daya saing lembaga jasa keuangan di lndonesia. Hal ini tentunya akan mengubah cara pandang dan tindakan yang diambil dari lembaga jasa keuangan yang akan mengintegrasikan prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan dalam menjalankan bisnisnya," katanya. (gen/antara)
"Industri jasa keuangan harus melakukan screening kepada setiap industri yang akan dibiayainya sebagai langkah awal ekonomi berkelanjutan," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad dalam seminar internasional bertajuk Sustainable Finance to Support Sustainable Development Goals di Jakarta, Senin (23/11).
Muliaman mengatakan, pembiayaan sebaiknya diberikan kepada industri-industri yang telah menerapkan manajemen risiko lingkungan hidup dan sosial dalam aktivitas bisnisnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terutama pendanaan kepada sektor-sektor yang memiliki multiplier effects yang besar dapat mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Selain itu, untuk menghindari bubble economy, sektor finansial harus berjalan seiring dengan sektor riil," ujar dia.
Program keuangan berkelanjutan tersebut, katanya, tidak hanya berupaya untuk meningkatkan porsi pembiayaan pada sektor-sektor prioritas yang memiliki dampak berganda yang tinggi.
"Seperti sektor energi, infrastruktur, industri pengolahan, pertanian dan UMKM juga untuk meningkatkan daya tahan dan daya saing lembaga jasa keuangan di lndonesia. Hal ini tentunya akan mengubah cara pandang dan tindakan yang diambil dari lembaga jasa keuangan yang akan mengintegrasikan prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan dalam menjalankan bisnisnya," katanya. (gen/antara)