Direktur Utama Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan rasio kredit yang disalurkan terhadap simpanan (loan to deposit ratio/ LDR) Mandiri akhir-akhir ini menyentuh 90 persen untuk mata uang rupiah seiring dengan peningkatan kredit yang disalurkan.
Kendati masih di bawah batas ketentuan Bank Indonesia (BI) sebesar 92 persen, rasio tersebut lebih tinggi dari LDR Mandiri posisi akhir September 2015 adalah 85,3 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jika bunga deposito naik itu pasti ada pressure bunga kreditnya bisa naik. Sekarang kondisi likuiditas akhir-akhir ini memang agak mengetat jadi langkah itu benar,” ujar Budi di Jakarta, Senin (23/11).
“Nanti kita lihat kalau nanti kondisi likuiditas setelah dirilis (penurunan) GWM ini membaik, nah itu nanti kita bisa lihat,” ujarnya.
Mengutip laman Mandiri, suku bunga dasar kredit (SBDK) Mandiri per akhir kuartal III 2015 tercatat 10,5 persen untuk kredit korporasi, 12,25 persen untuk kredit ritel, 19,25 persen untuk kredit mikro, 11 persen untuk kredit pemilikan rumah (KPR), dan 12,5 persen untuk kredit konsumsi non-KPR.
Adapun hingga akhir September 2015, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit sebesar Rp 560,6 triliun, atau tumbuh 10,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. (gen)