Budi berharap, pemerintah bisa menyuntikkan modalnya melalui Penanaman Modal Negara (PMN) sebesar Rp 12 triliun. Pasalnya, pemerintah tidak ingin kepemilikan sahamnya di perseroan menipis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika pemerintah tidak ingin terdilusi, pemerintah harus suntik dana, kalau tidak disuntik yah tidak jadi. Tapi saat ini rasio CAR kita masih cukup baik," ungkap dia.
Meski enggan menyebut jumlahnya, Direktur Keuangan Bank Mandiri, Pahala N. Mansury mengatakan pihaknya akan memutuskan rencana ini satu hingga dua minggu kedepan lantaran saat ini tengah mencari dana diluar Dana Pihak Ketiga (DPK).
“Sudah pasti kita jalankan adalah rupiah. Bukan obligasi, dan jangka waktunya pendek, enggak jauh-jauh dari NCD. Hal ini baru satu dari beberapa instrumen yang kita kaji,” ujarnya di Jakarta, Jumat (24/4).
Pahala mengungkapkan opsi pendanaan dengan penerbitan instrumen NCD dilakukan untuk mendukung pertumbuhan kredit bank pelat merah tersebut. Untuk diketahui, tahun ini pertumbuhan kredit Bank Mandiri ditargetkan naik 15 hingga 17 persen dari tahun lalu.
“Opsi pendanaan tersebut sudah masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB), tetapi belum disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” katanya. (gir/ded)