“Pendapatan Garuda akan lebih dong, US$25-30 juta per tahun untuk overall business dengan Pertamina,” kata Direktur Keuangan Garuda, Ary Ashkara saat ditemui di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Senin (11/30).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, lanjutnya, bandara itu dioperasikan oleh Pelita Air Service. Adapun kapasitas parkirnya mencapai 20 pesawat dan bisa melayani hingga 30 frekuensi penerbangan dalam sehari.
“Pembayarannya biasa, kalau kita landing kita bayar berapa ke Pertamina, kemudian kita bayar fuelnya berapa, terus ada biaya parkir,” ujar Ary.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengharapkan perusahaannya mendapatkan tambahan pendapatan sekitar Rp50 miliar dari pengelolaan bersama Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan dengan Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia sendiri saat ini memiliki 11 pesawat ATR jenis 72-600 dan akan mendatangkan lagi sembilan pesawat serupa yang siap dioperasikan pada tahun depan.
Tak hanya Pondok Cabe, Garuda Indonesia juga tengah membidik sejumlah bandara di wilayah Timur Indonesia untuk dijadikan feeder line-nya. (ags)