Kepala Riset NH Korindo Securities, Reza Priyambada mengatakan sesuai prediksinya, IHSG padaperdagangan kemarin mampu berbalik naik menusul kembalinya maraknya aksi beli para pelaku pasar. Ia meyakini indeks akan kembali menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (2/12) setelah bergerak pada rentang support 4.496-4.540 dan resisten 4.565-4.578.
“Dengan demikian, tentu dapat memberikan peluang kenaikan jika diasumsikan aksi beli masih berlanjut,” ujarnya dalam riset, Selasa (1/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Terpantau hampir seluruh sektor mengalami kenaikan seiring berbaliknya aksi beli pelaku pasar tersebut. Kenaikan IHSG pun juga didukung oleh kembali berbalik naiknya laju Rupiah seiring masuknya Yuan dalam mata uang hard currency IMF,” jelasnya.
“Data-data ekonomi yang diharapkan dapat memberikan sentimen positif turut sirna setelah rilis Chicago PMI di bawah ekspektasi yang diikuti oleh pending home sales dan Dallas Fed manufacturing index yang juga di bawah ekspektasi,” katanya.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, dalam perdagangan kemarin mayoritas bursa di Asia ditutup menguat 1 persen seakan menghiraukan data kinerja sektor manufaktur di China yang melambat dari 49, menjadi 49,6.
“Sentimen keputusan IMF memasukan yuan ke dalam Special Drawing Right (SDR) menjadi tonggak penting dalam integrasi ekonomi China ke dalam sistem keuangan global,” katanya.
Ia menyatakan dalam pergerakan IHSG kemarin, sektor aneka industri memimpin penguatan. Faktor penguatan yang luar biasa tersebut menurutnya disebabkan kembali turunnya inflasi tahunan untuk bulan November sebesar 4,89 persen dari 6,25 persen, dan lebih rendah dari ekspetasi sebesar 5,1 persen.
“Hal tersebut tentu kembali menambah spekulasi investor terhadap gap inflasi dan suku bunga yang melebar sehingga berkemungkinan BI akan menurunkan suku bunga,” jelasnya.
KArenanya, dia juga punya optimisme yang sama, bahwa IHSG masih akan bergerak di zona positif pada perdagangan hari ini. (ags)