Sudirman mengatakan sudah ada empat negara yang tengah dijajaki yaitu Irak, Iran, Arab Saudi, dan Nigeria. Ia berharap Indonesia sudah bisa mengimpor langsung produk migas dari negara-negara tersebut mulai tahun depan.
"Semua negara itu sedang dijajaki. Memang sebelumnya kami sudah jajaki pembelian langsung dari Irak dan Iran, saat ini masih on progress untuk impor itu. Bahkan untuk Iran, rencananya mereka juga menawarkan Liquified Petroleum Gas (elpiji) dengan harga yang kompetitif," ujar Sudirman di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (7/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masuknya Indonesia ke OPEC membuat kita berada di dalam komunitas yang merupakan produsen minyak. Kalau dapat supply langsung kan bagus. Lebih dari itu kan dibicarakan produksi, arah ke depan, mengenai harga, mengenai stok, jadi kita tidak akan ketinggalan dari segi informasi," ujarnya.
“Disamping bergabung dengan OPEC, kami juga bergabung dengan International Energy Agency (IEA), dan juga mungkin akan bergabung dengan International Energy Forum yang berpusat di Arab Saudi, di Riyadh," ujarnya.
Pertemukan Pertamina
Sebelumnya, Kementerian ESDM menyatakan kalau Arab Saudi, Kuwait, Irak, Uni Emirat Arab, dan Angola setuju untuk mengekspor minyak secara langsung ke Indonesia hasil dari penjajakan yang dilakukan PT Pertamina (Persero) di sela-sela pertemuan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Wina, Austria.
Indonesia, melalui Pertamina, mengimpor minyak sebanyak 333.540 barel per hari pada 2014 dan menurun sebesar 8 persen pada tahun ini sebesar 306.460 sesuai Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Pertamina. (gen)