“Kalau BI rate turun, itu bagus,” kata General Manager Marketing Ciputra Residence Yance Onggo di Maja, Banten, kemarin.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI November lalu memutuskan untuk mempertahankan BI rate di level 7,5 persen karena mempertimbangkan ketidakpastian ekonomi global. Dengan alasan yang sama, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility 5,5 persen dan Lending Facility tetap 8 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suku bunga kredit, lanjut Yance, sangat mempengaruhi penjualan properti. Ia mengungkapkan penjualan properti yang ditopang oleh perbankan porsinya mencapai 50-60 persen.
“60 persen KPR, 30 persen pembayaran bertahap di kita, sisa 10 persennya cash keras,” kata Yance.
Secara umum, Yance meyakini kondisi industri properti tahun depan akan lebih baik dibandingkan tahun ini. Hal itu didukung oleh prediksi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Adapun produk properti yang menjadi primadona adalah hunian dengan harga terjangkau yang berkisar di Rp 100 juta–Rp 500 juta per unit.
“Saya rasa permintaan untuk affordable house tahun depan akan semakin tinggi,” kata Yance. (gen)