"Repatriasi ini akan muncul dalam UU Tax Amnesty. Itu akan masuk, akan ada pasal mengenai repatriasi yang sifatnya opsional," jelasnya di sela Forum Fiskal Internasional di Nusa Dua, Bali, Jumat (11/12).
Khusus untuk wajib pajak pemohon tax amnesty yang melakukan repatriasi aset, kata Bambang, akan mendapatkan insentif berupa keringanan tarif uang tebusan. "Kalau tidak repatriasi, boleh, tapi (tarif uang tebusan) lebih tinggi," jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari salah satu negara di luar Indonesia, ada indikasi kepemilikan (aset) orang Indonesia di negara tersebut minimal Rp 2.700 triliun. Dari jumlah itu saja sudah Rp 4 ribuan triliun. Saya yakin jumlahnya lebih dari itu," kata Bambang.
"Jumlah persisnya tentu susah kami tentukan karena tidak mudah mendapatkan info itu dari negara lain," tuturnya. (gen)