Reuters mencatat harga minyak Amerika dan Brent cenderung tertekan sejak Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) mempertahankan tingkat produksinya pada 4 Desember 2015. Pada penutupan perdagangan awal pekan ini, harga minyak AS naik untuk pertama kalinya sejak pertemuan OPEC itu.
Pada awal sesi, kedua harga minyak acuan itu sempat turun empat persen ke level terendah sejak krisis keuangan 2008. Namun, pada penutupan perdagangan harga minyak Amerika menguat 69 sen atau 1,94 persen ke level US$ 36,31. Sementara harg aminyak jenis Brent untuk pengiriman Januari turun 1 sen ke level US$ 37,92 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, investor masih dibayangi rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika (The Federal Reserve) untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Pelaku pasar modal tampaknya menunggu pernyataan pejabat bank sentral AS setelah pertemuan Komisi Pasar Bebas Federal (FOMC) pada Selasa dan Rabu waktu setempat.
Adapun sejumlah saham yang tertekan pada hari ini, antara lain saham DuPont turun 4 persen ke level US$ 67,58 usai perseroan setuju untuk merger dengan Dow Chemical dengan nilai US$130 miliar. Sementara saham Dow Chemical sendiri melemah 4,65 persen ke level US$50,89. Kedua saham itu pun mendorong sektor saham material memimpin pelemahan terbesar di indeks saham S&P 500. (ags)