Namun, menurutnya agenda rilis data ekonomi dalam negeri BI rate di pekan ini yang disinyalir masih akan tetap, hal ini akan menopang pergerakan IHSG, support yang akan diuji saat ini berada pada level 4.388, sedangkan resistance berada pada level 4521.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis KDB Daewoo Securities Heldy Arifien mengatakan ditengah minimnya sentimen positif dan kecenderungan para pelaku pasar masih mencermati perkembangan penentuan kenaikan suku bunga AS, hit and run mewarnai perjalanan pergerakan IHSG sepanjang akhir pekan lalu.
“Diperkirakan IHSG pada Senin akan mencoba bergerak positif berbalik arah pada area support 4.395 menguji resistensi terdekatnya di 4.420,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto mengataan, menyusul meningkatnya resiko pasar global terutama dipicu anjloknya harga komoditas energi, tekanan jual diperkirakan akan kembali mendominasi perdagangan awal pekan ini.
Namun, lanjutnya, diperkirakan tekanan jual bersifat terbatas menyusul sentimen positif dari data ekonomi China yang keluar akhir pekan lalu. Produksi industri China November lalu berhasil tumbuh 6,2 persen (yoy) di atas estimasi 5,7 persen dan bulan sebelumnya 5,6 persen. Sementara menurutnya penjualan ritel China pada November lalu tumbuh sesuai perkiraan yakni 11,2 persen (yoy).
“Hal ini mengindikasikan perekonomian China berkembang moderat. IHSG pada awal pekan ini diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.340 hingga 4.440,” katanya.
Sementara Sinarmas Investment Research dalam riset hariannya memprediksi indeks akan bergerak melemah di kisaran level 4350-4420 pada perdagangan hari ini. (ags)