Kepala BPS Suryamin mengungkapkan kurs tengah eceran rupiah terendah rata-rata di 34 provinsi adalah Rp 13.686,26 per dolar dan terjadi pada minggu ketiga November 2015.
“Level tertinggi (nilai tukar eceran rupiah terhadap dolar) terjadi di Kalimantan Utara yaitu Rp 13.348 per dolar.Level terendah terjadi di Nusa Tenggara Barat Rp 13.790 per dolar,” kata Suryamin di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Salah satu dugaan kami adalah pengembalian utang yang harus dipenuhi di akhir tahun sehingga kebutuhan permintaan mata uang asing, khususnya dolar meningkat,” ujarnya.
Terakhir terhadap Euro, mata uang Garuda terapresiasi sebesar 2,95 persen sepanjang November tahun ini. Level tertinggi rata-rata di 34 provinsi terjadi di minggu keempat November 2015 dengan Rp 14.584,78 per euro. Menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Bengkulu dengan Rp 14.456,50 per euro pada minggu keempat November 2015.
"Minggu pertama November (rupiah) kita masih menguat terhadap empat mata uang yang kita amati tetapi pada minggu keempat (November) rupiah melemah terhadap dolar Amerika dan dolar Australia," ujarnya. (gen)