IHSG Ambruk 1,7 Persen Terimbas Suspensi Bursa China

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2016 17:39 WIB
IHSG Ambruk 1,7 Persen Terimbas Suspensi Bursa China Refleksi karyawan melintas di layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 1,7 persen atau 78,53 poin ke level 4.530,44 karena adanya devaluasi yuan dan dihentikannya perdagangan bursa China setelah amblas 7 persen.

Sementara itu, di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah menguat sebesar 15 poin (0,11 persen) ke Rp13.927 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp13.869-Rp13.973 per dolar AS.

Dari Asia, mayoritas indeks saham terkoreksi. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang turun sebesar 2,33 persen, indeks Kospi di Korsel yang melemah sebesar 1,1 persen, dan indeks Hang Seng di Hong Kong yang terkoreksi sebesar 3,09 persen.


Analis Reliance Securities, Lanjar Nafi mengatakan bursa Asia ditutup melanjutkan pelemahannya. Menurutnya hal tersebut diakibatkan intervensi bank sentral Negeri Tirai Bambu yang memangkas nilai mata uang yuan.

“Intervensi terhadap mata uang yuan memperparah kekawatiran investor terhadap pertumbuhan ekonomi terbesar kedua tersebut sehingga aksi jual sudah tak terbendung sejak awal sesi perdagangan hingga terjadi pemberhentian atau suspend di level 7 persen,” jelasnya dalam ulasan, Kamis (7/1).

Mandiri Sekuritas mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp5,16 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp3,62 triliun, transaksi negosiasi Rp1,54 triliun, dan transaksi tunai Rp287 juta. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp465,42 miliar.

Sebanyak 73 saham naik, 217 saham turun, 75 saham tidak bergerak, dan 196 saham tidak ditransaksikan. Sementara seluruh 10 indeks sektoral melemah, dipimpin oleh sektor industri dasar yang turun 2,5 persen dan sektor barang konsumsi yang turun 2,33 persen.

Saham di sektor industri dasar yang paling terkoreksi adalah PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA, Rp675) yang turun 10 persen dan PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS, Rp349) yang turun 9,82 persen.

Di sektor barang konsumsi, saham yang paling melemah adalah PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN, Rp135) sebesar 10 persen dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM, Rp393, BUY, TP Rp840) sebesar 5,3 persen.

Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa juga melemah sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris turun 2,59 persen, DAX di Jerman yang melemah 3,23 persen, dan CAC di Perancis yang terkoreksi 2,7 persen. (gir)