Jabatan Direktur Eksekutif tersebut nantinya memberikan hak bagi Indonesia untuk turut serta dalam pengambilan keputusan pencairan pinjaman bagi negara-negara anggota AIIB. Saat ini Indonesia memegang saham sebesar enam persen dari total keseluruhan saham negara anggota.
"Kalau kita aktif tentu kita punya peluang dalam hak tersebut," ujar Andin saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia sendiri saat ini tengah menyiapkan sejumlah proyek infrastruktur yang nantinya bisa dibiayai oleh AIIB. Proyek-proyek tersebut tengah dibahas oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).
"Minimal saya harus menjaga proyek-proyek dari negara konstituen itu. Kalau kita (Indonesia) butuh akan kita ajukan pinjaman, sedang dirapatkan oleh Bappenas banyak sekali blue book nya, kalau pantas akan dibiyai," katanya.
AIIB sendiri akan mulai melantik Presiden dan jajaran direktur eksekutif lainnya di Beijing, 16 Januari mendatang. Ditargetkan setelah susunan kepengurusan selesai dibentuk, AIIB akan langsung beroperasi dan mulai melakukan pemetaan proyek mana saja yang akan dibiayai. (gen)