"Pak Menteri yang meminta saya untuk menjadi calon direktur mewakili pemerintah Indonesia," ujar Andin kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Selasa (12/1).
Untuk diketahui, Andin dan anggota dewan baru lainnya akan dilantik pada 16 Januari 2016 mendatang bertepatan dengan peluncuran AIIB secara resmi di China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari laman Kemenkeu, Andin lahir di Wonosobo pada tanggal 9 Juni 1965 dan pernah menjabat sebagai Direktur Pusat Regional dan Kebijakan Bilateral dari 2011 hingga 2012. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Pusat Kebijakan dan Kerjasama Internasional 2009-2011 dan Direktur Pusat Bisnis Penelitian Iklim dan Pembangunan 2006-2009.
Pada Januari 2013, ia dilantik sebagai Penjabat Staf Ahli Internasional Makroekonomi dan Keuangan dan menjabat posisi yang dimulai di November 2013 sampai saat ini.
Andin juga menjabat sebagai Komisaris di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sejak 3 Oktober 2012. Andin juga pernah menjabat sebagai Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal periode Desember 2013 hingga 6 Februari 2015.
Dari sisi akademis, ia memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada pada tahun 1989, dilanjutkan dengan gelar pasca sarjana di Art di Graduate School of International Development, Nagoya University, Jepang pada tahun 1997 dan memperoleh Doctor of Philosophy di Nagoya University, Jepang pada tahun 2000.
Indonesia telah menganggarkan dana sebesar Rp3,73 triliun tahun ini sebagai setoran modal awal dalam pembentukan AIIB. (gir)