Lanjar Nafi, Analis Reliance Securites, menuturkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi di China kembali menjadi fokus investor. Hal itu tercermin aksi jual yang mewarnai koreksi bursa Asia pada perdagangan kemarin, Rabu (20/1).
"IHSG masih berpeluang tertekan dengan bergerakaan mixed mencoba menguat dengan range pergerakan 4420-4520," tuturnya dalam riset harian, Rabu (20/1) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prediksi senada juga dikemukakan Reza Priyambada, Analis PT NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI). Menurutnya, IHSG kemungkinan akan kembali bergerak melemah.
Dia mengatakan, salah satu sentimen terbesar yang mewarnai pergerakan negatif bursa saham adalah keputusan Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 0,2 persen, dari 3,6 persen menjadi 3,4 persen.
Dirilisnya proyeksi IMF terhadap ekonomi global, lanjutnya, tak hanya memicu aksi jual saham, tetapi juga membuat sejumlah mata uang di Asia tak berdaya.
"Tren pelemahan yang terjadi pada Rupiah dapat dimungkinkan kembali berlanjut jika tidak ada intervensi dari peningkatan volume beli. Apalagi jika melihat laju Yuan yang masih melemah dan laju USD yang tetap naik," tuturnya. (ags)