Jadi Importir Tunggal, Bulog Siap Impor 600 Ribu Ton Jagung

Antara, CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2016 17:41 WIB
Jadi Importir Tunggal, Bulog Siap Impor 600 Ribu Ton Jagung Djarot Kusumayakti, Direktur Perum Bulog didampingi Direksi Wahyu Suparyono (dirut PPI) (kiri) dan Wahyu (eks direksi pemasaran PERTANI) di Kementerian BUMN, Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah dikabarkan telah menunjuk Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai importir tunggal jagung ke Indonesia.

Keputusan ini diambil dalam rangka menjaga stabilisasi harga pangan dan tidak berorientasi pada pencarian laba.

"Pemerintah menugaskan kami untuk menjadi satu-satunya importir jagung, ini bukan untuk cari untung, tapi untuk stabilisasi harga pangan," kata Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti saat acara temu media di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Kamis (21/1).


Djarot menilai penunjukan Bulog untuk menjadi satu-satunya importir jagung juga dimaksudkan sebagai bentuk pengawasan pemerintah terhadap komoditas jagung di dalam negeri.

"Ini kan juga sebagai bentuk pengawasan pemerintah. Untuk saat ini kita sedang mengurus perizinan impor itu," ujarnya.

Impor 200 ribu Ton per Bulan

Mantan Direktur PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ini mengakui, pemerintah memutuskan untuk melakukan impor jagung lantaran saat ini harga daging ayam dan telur ayam tengah melonjak menyusul naiknya harga pakan ternak yang berbahan baku jagung.

Dengan begitu, otomatis masyarakat akan merasakan imbas negatif dari kenaikan harga telur dan daging ayam.

"Karenanya pemerintah perlu segera mengimpor jagung untuk menambah suplai ke pasar, sehingga harga pakan ternak bisa turun dan diikuti oleh daging ayam dan telur," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu menyatakan jagung yang diimpor akan secara bertahap masuk ke Indonesia pada akhir Januari 2016.

Dari yang direncanakan, pada pengiriman pertama kuota jagung yang diimpor mencapai 600 ribu ton hingga akhir Maret 2016.

Di mana jagung tersebut akan diprioritaskan untuk peternak rakyat dan usaha kecil dan menengah (UKM) yang saat ini sangat membutuhkan akibat seiring dengan mahalnya harga jagung.

"Prioritas penjualan jagung ke UKM dan peternak rakyat. Hari ini kita undang mereka untuk diskusi dan akhir bulan ini kapal yang membawa jagung mulai masuk secara bertahap sampai akhir Maret 600.000 ton," ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun, pemerintah memutuskan kuota impor jagung pada 2016 dengan volume sekitar 30 persen dari kebutuhan sebanyak 200.000 ton per bulan atau 2,4 juta ton per tahun yang seluruhnya akan dilakukan oleh Perum Bulog.
(dim/dim)