Antam Incar Bisnis Emas Olahan dari Divestasi Saham Freeport

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2016 09:30 WIB
Antam Incar Bisnis Emas Olahan dari Divestasi Saham Freeport PT Aneka Tambang Tbk. membuka gerai Butik Emas Logam Mulia ke-11 di Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Mei 2015
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Aneka Tambang (Persero) Tbk tertarik untuk membeli emas hasil olahan dibalik rencana akuisisi 10,64 persen saham divestasi PT Freeport Indonesia. BUMN tambang itu juga mengincar pasokan konsentrat anode slime perusahaan tambang emas terbesar di dunia itu.

Anode slime merupakan produk sampingan dari proses pemurnian konsentrat tembaga yang bisa diolah menjadi emas.

Berdasarkan materi presentasi direksi perseroan di DPR yang diperoleh CNNIndonesia.com, manajemen Antam menyatakan terdapat manfaat lain atas akuisisi saham Freeport, yaitu skema bisnis anode slime.


“Dengan akuisisi saham PTFI, maka Antam diharapkan bisa mendapatkan jaminan suplai anode slime yang selama ini diekspor ke Jepang,” tulis manajemen dikutip Jumat (22/1).


Menurut Antam, bisnis anode slim emerupakan salah satu dari beberapa skema kerjasama yang akan ditawarkan perseroan. Kemitraan lain yang akan diupayakan Antam dengan PTFI adalah kerjasama pengolahan (tolling), dengan opsi Antam dapat melakukan pembelian terhadap emas hasil olahan dengan prioritas utama yang menguntungkan Antam.

“Kedua, jual beli anode slime tanpa PPN. Skema jual beli anode slime harus dilakukan tanpa adanya PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sesuai PP yang ada,” jelas manajemen.


Sumber CNNIndonesia.com mengatakan Freeport Indonesia mengirimkan konsentrat kepada PT Smelting di Gresik untuk diolah menjadi copper cathode. Ia menyatakan anode slime adalah sisa dari pengolahan copper cathode itu.

“Sisa pengolahan copper cathode itu atau istilahnya ‘dahak’ adalah anode slime yang disebut sebanyak 2.000 ton per tahun,” ujarnya Rabu (20/1).

Namun, ia menyatakan bahwa potensi anode slime yang dapat dihasilkan bisa lebih dari jumlah tersebut dan mencapai 6.000 ton per tahun. Padahal, anode slime tersebut bisa diolah lagi menjadi emas.

“Dari 2.000 ton per tahun dapat diolah menjadi 20 ton emas. Bayangkan kalau sampai 6.000 ton, bisa menjadi 60 ton emas per tahun,” ungkapnya.

Sebagai informasi, dalam skema awal, Antam mengajukan mekanisme Special Purpose Vehicle (SPV) BUMN pertambangan untuk mencaplok 10,64 persen saham Freeport Indonesia.

Rencananya, SPV BUMN yang dipimpin Antam bakal menyediakan dana US$510 juta. Sementara, pemerintah mencari investment bank untuk menyediakan pinjaman US$1,19 miliar yang akan dicicil pelunasannya dengan dividen Freeport setiap tahun.

“Bila Freeport tidak membayar dividen, maka tidak ada pembayaran cicilan pinjaman,” kata Direktur Utama Antam Teddy Badrujaman di Jakarta, Rabu (20/1). (ags)