Industri Otomotif Nasional Bakal Jalan Terus Tanpa Ford

Galih Gumelar, Agust Supriadi, CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2016 12:42 WIB
Industri Otomotif Nasional Bakal Jalan Terus Tanpa Ford Menteri Perindustrian Saleh Husin (kedua kiri) menegaskan kebijakan Ford menyetop operasinya di Indonesia tak akan mengganggu industri otomotif nasional. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis industri otomotif Indonesia akan tetap melaju tanpa PT Ford Motor Indonesia (FMI) yang memutuskan menghentikan operasinya di penghujung tahun ini.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menegaskan hengkangnya prinsipal otomotif Amerika tersebut murni karena masalah internal perusahaan, bukan karena kebijakan yang dibuat pemerintah. Namun, ia optimistis kebijakan perusahaan tersebut tak akan mengganggu industri otomotif nasional.

"Tidak masalah bagi industri kita. Ini lebih karena kebijakan perusahaan," ujar Saleh di kantornya, Selasa (26/1).


Menperin menduga, Ford Motor Co menutup lini bisnisnya di Indonesia karena kalah bersaing dengan pabrikan otomotif Jepang yang produknya sangat dominan di negara Joko Widodo (Jokowi) ini.

Sejauh ini, pabrikan otomotif Jepang merajai pasar mobil Indonesia. Pemain utama adalah prinsipal yang bernaung di bawah bendera Grup Astra, seperti Toyota, dan Daihatsu.

Solusi Terbaik

Dalam waktu dekat, Saleh mengaku akan mengajak bicara manajemen FMI guna mencari solusi terbaik untuk perusahaan maupun untuk para karyawan dan rekanan bisnisnya di Indonesia. Menurutnya,  pemerintah akan menawarkan sejumlah fasilitas seperti yang diberikan kepada industri otomotif secara umum sehingga bisa dengan mudah dimanfaatkan oleh FMI.

Secara umum, Saleh menilai pasar otomotif nasional masih cukup sehat dan kompetitif. Kembali masuknya General Motor (GM) bermitra dengan produsen otomotif China Wuling melalui PT Saic General Motors Wuling (SGMW) menjadi bukti Indonesia masih menjadi pasar yang menarik bagi pabrikan otomotif asing.

Kemarin petang, Ford Motor Co menyatakan bakal menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya di Indonesia dan Jepang tahun ini. Perusahaan otomotif asal Amerika menyatakan keputusan tersebut diambil setelah manajemen melihat sudah tidak ada lagi peluang untuk memperoleh keuntungan di kedua negara akibat terus menyusutnya pangsa pasar penjualan.

Ford masuk ke Indonesia pada 2002 dan mengoperasikan 44 diler sampai akhir tahun lalu. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Ford sepanjang tahun 2015 tercatat sebanyak 6.103 unit atau 0,59 persen dari penjualan mobil nasional yang mencapai 1,03 juta unit. (gen)