Keputusan itu diambil dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang berlangsung semalam, Rabu (27/1) waktu Washington, AS.
Dalam keterangan resminya, the Fed menyatakan kondisi pasar tenaga kerja AS membaik sejak Desember tahun lalu meskipun saat itu ekonomi tengah melambat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, para pengambil kebijakan The Fed menilai itu belum cukup untuk menjadi alasan kenaikan suku bunga karena ada faktor ekonomi dan keuangan global yang juga patut dipertimbangkan.
Rapat FOMC yang ditutup dengan voting pada pagi tadi diikuti oleh seluruh anggota komite, yakni Janet L. Yellen, William C. Dudley, Lael Brainard; James Bullard; Stanley Fischer; Esther L. George; Loretta J. Mester; Jerome H. Powell; Eric Rosengren; dan Daniel K. Tarullo.
Wall Street Anjlok
Pasca pengumuman The Fed, investor rustasi dan mengakibatnya bursa saham AS turun.
Reuters mencatat Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 222,77 poin atau 1,38 persen ke level 15.9444,46. Sementara indeks Nasdaq Composite minus 99,51 poin atau 2,18 persen menjadi 4.468,17.
Sebaliknya, indeks S&P justru menguat 46,45 poin atau 0,38 persen ke level 12.377,77.
Dari Asia bursa saham turut mengalami koreksi. Indeks Kospi di Korea Selatan dibuka melemah 0,81 poin atau 0,04 persen ke level 1.897,06. Demikian pula dengan indeks Shanghai Composite yang terkoreksi 21,08 poin atau 0,77 persen ke level 2.7144,48.
Sementara dari Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan dibua menguat 8,68 poin atau 0,19 persen ke level 4.592,31.
(ags)