"Kami sedang kaji, perkiraan kalau kita mau ikut dan mereka (anggota TPP saat ini) setuju, paling cepat bergabung 2022," ujar Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional, Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Rabu (17/2).
Indonesia, kata Sigit, baru bisa mengajukan bergabung dengan 12 negara tersebut ketika TPP diratifikasi di Amerika Serikat. Setidaknya, ia memperkirakan butuh waktu setidaknya dua tahun untuk menjajakinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, saya tidak yakin negosiasi dengan ke-12 negara selesai dalam waktu dua tahun. Sehingga kemungkinan 2022 baru bisa masuk," ucap Sigit.
Dia menambahkan, pemerintah di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian guna memastikan kesiapan Indonesia bergabung ke dalam TPP.
"Memang pilihan, karena pemerintah lalu tidak mau masuk TPP. Kita harus nunggu ratifikasi karena mereka belum sepakat. Perdagangan juga belum berjalan, paling 2018. Kan bisa saja 12 negara tidak sepakat. Makanya kita pelajari dan koordinasikan," tutup Sigit. (ags)