CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land, Ishak Chandra, meyakini berlakunya tax amnesty bisa memberikan insentif bagi wajib pajak yang sebelumnya memarkir asetnya di luar negeri untuk melaporkan asetnya dan mengalirkan dananya ke Indonesia. Salah satu sektor yang akan dialiri dana itu adalah properti.
"Tax amnesty bisa menjadi game changer," ujar Ishak dalam sebuah acara di Jakarta, Rabu (30/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sektor properti yang masih bisa bertahan adalah sektor rumah tapak (landed residential) dan retail. Sementara, sektor apartemen (high rise residential) masih mencoba bangkit dan sektor perkantoran masih kelebihan pasokan.
Sinar Mas Land tahun ini akan berfokus pada pengembangan berbagai proyek properti di luar Jawa, salah satunya pengembangan Nuvasa Bay di Bay. Proyek ini merupakan proyek hunian mixed used bertaraf internasional, seluas 228 hektar di Nongsa-Batam. Proyek ini ditargetkan menjadi tempat hunian baru bagi kaum elite Batam, Singapura dan Malaysia serta investor lokal dan mancanegara.
Selain itu, Sinar Mas Land juga akan merampungkan proyek residensial dengan memaksimalkan lahan siap bangun (bank tanah/land bank) di BSD City yang luasnya mencapai 2.900 hektar.
Sebagai informasi, rencananya RUU Tax Amnesty akan dibahas usai masa reses atau awal April mendatang oleh DPR.
"Iya (RUU Tax Amnesty) pasti dibahas, dan itu tidak akan mengganggu jadwal pembahasan APBNP (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016). APBNP Insya Allah sehat, Insya Allah aman dan itu pembahasan setelah reses," tutur Ketua DPR Ade Komarudin beberapa waktu lalu. (gir)