"MUFG kelihatannya masih sedang shopping mau mengincar bank yang mana. Mungkin saja salah satu dari bank yang disebutkan (Bank Danamon atau Bank Panin). Tetapi, belum ada penyampaian ke kami," ujar Nelson Tampubolon, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK kepada CNNIndonesia.com, Rabu (6/4).
Pada prinsipnya, sambung dia, OJK membuka peluang untuk merger dan akuisisi bank nasional. Namun, ia menegaskan, OJK akan lebih mendorong agar investor yang datang lebih melirik bank-bank kecil. Misalnya, kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 1 dan 2.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, MUFG menghembuskan kabar untuk melakukan merger dan akuisisi bank di Indonesia dan Amerika Serikat. "Sebagai bank komersial kelas dunia, Amerika Serikat dan Asia adalah basis kami. Dalam hal potensi pertumbuhan dan karakteristik demografis, target kami adalah Indonesia," terang Takashi Oyamada, Presiden Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU).
Sejak krisis keuangan pada tahun 2008 silam, MUFG memang agresif mengembangkan jaringan bisnisnya di luar Jepang. Aset MUFG tumbuh 40 persen dalam lima tahun terakhir mencapai 300 triliun yen atau setara US$2,67 triliun.
Adapun, kesepakatan terbesar MUFG di Amerika Serikat, yaitu akuisisi saham lebih dari 20 persen terhadap kepemilikan Morgan Stanley pada puncak krisis keuangan tahun 2008. Kesepakatan itu bernilai US$9 miliar.
Sementara, di Asia, MUFG tercatat memiliki sebagian besar saham Bank of Ayudhya Pcl di Thailand senilai lebih dari US$5 miliar. Pekan lalu, MUFG juga menyelesaikan kesepakatan untuk membeli Security Bank Corp sebesar US$790 juta. (bir/gen)