Dengan demikian, penjualan listrik di sepanjang kuartal I 2016 telah mencapai 51,96 TWh atau tumbuh 8,15 persen dar angka penjualan tahun lalu (year on year).
"Pertumbuhan sampai Maret 2016 sebesar 8,15 persen ini tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Ini karena pertumbuhan (yoy) sampai dengan Maret 2013 sebesar 5,74 persen, 2014 sekitar 7,58 persen; 2015 sebesar 2,64 persen," ujar Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun di Jakarta, Rabu (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau begitu, ia mencatat bahwa sejumlah segmen pelanggan masih mengalami peningkatan angka pembelian.
- Pelanggan industri yang mengalami tumbuh 4,37 persen dengan proporsi segmen sebanyak 22 persen.
- Pelanggan bisnis yang mengalami pertumbuhan 10 persen dengan proporsi segmen pasar di angka 18 persen.
- Pelanggan rumah tangga yang tumbuh 10 persen dan mengambil pasar sebanyak 44 persen.
Dia menambahkan, peningkatan angka penjualan listrik ke sektor industri didominasi oleh pertumbuhan yang sangat signifikan di sektor Industri besar (I4), yang tercatat mencapai 9,13 persen, termasuk kontribusi dari program promo Luar Waktu Beban Puncak (LWBP).
"Dan yang sangat menggembirakan adalah pertumbuhan konsumsi listrik bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan penyangga perekonomian Indonesia . Untuk kelompok UMKM yang bergerak di sektor industri mengalami pertumbuhan sebesar 6,1 persen dan 9,7 persen untuk sektor bisnis," tandas Benny. (dim/gen)