Skandal Emisi Diesel, VW akan Beli Kembali 500 Ribu Mobilnya

Agust Supriadi, CNN Indonesia | Kamis, 21/04/2016 10:02 WIB
Skandal Emisi Diesel, VW akan Beli Kembali 500 Ribu Mobilnya Volkswagen AG akan membeli kembali hampir 500 ribu mobil bermesin diesel 2000 c tipe VW Jetta, VW Golf dan Audi A3 yang dijual sejak 2009. (REUTERS/Jacky Naegelen)
Jakarta, CNN Indonesia -- Volkswagen AG (VW) dikabarkan akan membeli kembali hampir 500 unit mobil yang telah dijualnya di pasar Amerika Serikat menyusul terungkapnya skandal manipulasi tingkat emisi.

Seperti dilansir Reuters, produsen mobil Jerman itu telah menyampaikan niat baiknya kepada hakim federal di San Francisco, terkait persetujuan perusahaan untuk membeli kembali (buyback) 500 unit mobil diesel 2000 cc yang telah dijualnya di pasar AS.

Kebijakan buyback tersebut akan mencakup VW Jetta, VW Golf dan Audi A3 yang dijual sejak 2009. Namun, penawaran buyback tidak berlaku untuk tipe kendaraan berkapasitas mesin  yang lebih besar, meski sekitar 80 ribu mobil diesel berkapasitas 3000 cc juga melebihi batas polusi yang ditetapkan Pemerintah AS, termasuk di antaranya Audi dan Porsche.


Bersamaan dengan beredarnya kabar tersebut, saham VW di bursa AS naik hampir 6 persen menjadi $ 30,95 pada Rabu (20/4).

Perusahaan otomotif yang berbasis di Wolfsburg, Jerman ini pada September 2015 mengakui telah menginstal perangkat lunak pada sekitar 11 juta mobil diesel VW, Audi, SEAT serta merek Skoda di seluruh dunia guna membantu mereka menghindari standar emisi.

Pemerintah AS kemudian menggugat prinsipal Jerman itu terkait manipulasi perangkat emisi pada hampir 600 ribu kendaraan merk VW, Audi dan Porsche, yang telah terjual dan mengaspal di AS sejak 2009 hingga 2015.

Dalam gugatannya, otoritas AS tak hanya menuduh VW sengaja melanggar peraturan udara bersih, tetapi juga menuding perusahaan itu menghambat penyelidikan dengan menyembunyikan fakta dan memberikan informasi yang menyesatkan.

Sebagai bagian dari penyelesaian kasus ini, Volkswagen telah menyetujui pemberian dana kompensasi lebih dari US$1 miliar bagi para pembeli mobil pabrikannya.  Namun tidak jelas berapa besar kompensasi yang akan diterima oleh masing-masing konsumen.

VW dikabarkan akan membayar uang kompensasi kepada pemilik kendaraannya, baik yang ingin menjual kembali maupun yang memilih untuk tetap menggunakannya. Untuk konsumen yang menjual kendaraannya kembali, mereka akan mendapatkan pembayaran tunai tambahan di atas nilai ekonomis kendaraan yang dibelinya.

VW memberikan waktu dua tahun bagi para pengguna kendaraannya untuk memutuskan apakah akan menjual kembali kendaraan atau memperbaikinya.

Kerangka Kesepakatan dengan para pejabat AS tersebut dicapai setelah perundingan yang panjang dalam beberapa hari terakhir di kantor hukum Washington Robert Mueller.
Skandal ini terbongkar oleh regulator AS dan menghancurkan reputasi VW serta melahirkan sejumlah investigasi serupa di beberapa negara. (ags/ags)